Bila dilihat, pintu kamar penginapan unik ini modelnya tidak tinggi, bahkan tingginya hanya sekitar 1,2 meter saja. Sehingga, apabila ingin masuk harus menunduk dahulu bagi yang memiliki tinggi badan lebih dari pintu kamar.
“Ini sengaja dibuat tidak tinggi, ada filosofinya untuk mengajarkan sopan santun orang jawa yang nunduk-nunduk, karena masuknya harus nunduk dulu. Tapi di dalamnya tinggi, di teras juga tinggi, hanya pintu masuknya saja,” jelasnya.
Arif melanjutkan, Vila Gupon Arjo Jembangan ini belum bisa dinikmati untuk pemesan umum, namun diperuntukkan bagi masyarakat yang berkegiatan di Taman Sardi. Seperti kelompok yang melakukan latihan dasar kepemimpinan (LDK), corporate, dan semacamnya.
“Umum belum bisa, vila ini khusus untuk yang berkegiatan. Misalnya, pagi outbound atau hiking, malam keakraban terus tidur. Atau di waktu tertentu seperti sambangan pondok itu bisa reservasi pribadi untuk keluarga,” tandasnya.
Tarif yang dipatok untuk menginap semalam di Gupon Argo Jembangan sendiri seharga Rp 200 ribu. Harga ini hanya untuk fasilitas room only atau untuk check in kamar saja. Sementara untuk paket breakfast akan dikenai biaya tambahan.
“Untuk check out tidak kaku harus jam 12 tepat, tapi kita kasih waktu jangan lebih dari jam 14.00. Ini juga untuk memberi kenyamana bagi para pengunjung,” katanya. ***
