Pihaknya juga telah menaksir keberadaan eceng gondok di wilayah Desa Payaman untuk nantinya bisa dilakukan pembinaan terkait pengelolaannya. Ini mengingar, keberadaan tumbuhan gulma tersebut belum dimanfaatkan dengan baik, dan justru menjadi penyumbat saluran air.
“Nanti kita adakan pembinaan dan pelatihan, kebetulan kita punya binaan potensi eceng gondok di Ambawara, yang nantinya bisa membantu dalam pengelolaan eceng gondok itu,” tuturnya.
Sementara itu, Komisi XI DPR RI Musthofa menambahkan, kegiatan penyaluran bantuan sosial semacam ini tidak hanya dilakuka saat terjadi musibah banjir saja. Melainkan, sudah menjadi rutinitas dari Bank Indonesia maupun pihaknya.
“Bansos di Bank Indonesia itu ada sekitar 300 lebih proposal yang masuk, mulai untuk tempat ibadah, tempat pendidikan, sosial, TK, maupun lainnya,” ujarnya.
Pihaknya berharap, bantuan yang diberikan bisa bermanfaat bagi warga terdampak banjir di Kudus. Serta, wilayah yang masih tergenang air semoga bisa cepat surut, agar aktivitas masyarakat bisa berjalan normal kembali.
“Kita hadir ini juga untuk memotret desa, oh desa ini bisa dikaryakan, bisa dioptimalkan lingkungannya, dan sebagainya. Jadi saya minta Kades, Kapolsek, Danramil, dan kecamatan bisa bersama-sama memajukan desa,” tukasnya.
