“Karena akses sekolah tergenang banjir tentu saja pembelajaran tidak bisa kondusif, maka tadi saya minta untuk belajar di rumah, dan selanjutnya melalui daring,” terangnya.
Sementara itu, Guru di SDN 1 Setrokalangan, Putri menambahkan bahwa kondisi genangan air di area sekolah setempat sangat tinggi, bahkan mencapai perut anak-anak. Sehingga, pembelajaran akan dilakukan secara daring.
“Pembelajaran sementara dilakukan secara daring dalam waktu 3 hari ke depan,” ucapnya.
Untuk diketahui, bencana banjir yang terjadi di sejumlah wilayah di Kudus disebabkan dari curah hujan yang tinggi selama beberapa hari. Selain Desa Setrokalangan, banjir di Kecamatan Kaliwungu juga melanda Desa Garung Kidul dan Banget.
Tidak hanya merendam sekolah, banjir yang terjadi di Kecamatan Kaliwungu juga merendam pemukiman warga, akses jalan, tempat ibadah hingga area persawahan. Ketinggian air banjir bervariasi, mulai 10 – 50 sentimer. ***
