AKP Cipto menambahkan, pihak kepolisian bersama BPBD dan Forkopimcam Jati memfasilitasi dengan mengevakuasi warga yang ingin mengungsi. Menggunakan perahu karet, pihak kepolisian memprioritaskan evakuasi lansia, orang sakit, anak-anak, ibu hamil serta menyusui. Sementara yang lain berjalan menerjang banjir hingga ke jembatan.
“Dari lokasi rumah mereka menuju tempat pengungsian, kami juga menyiapkan kendaraan untuk mobilitas warga. Ada satu mobil APV yang disiapkan di sini untuk membawa pengungsi juga,” katanya.
Kapolsek Jati mengatakan, jumlah pengungsi di TPQ Khuriyatul Fikri diperkirakan akan terus bertambah. Mengingat masih banyak warga yang memilih bertahan di rumahnya masing-masing.
Sementara ini, dari pantauan pihak kepolisian, diketahui bahwa debit air banjir di Kecamatan Jati terus mengalami peningkatan. Seperti di Dukuh Goleng, ketinggian air mencapai 1,5 meter.
Di sisi lain, pihak kepolisian juga memberikan pelayanan kesehatan kepada warga yang mengungsi di TPQ Khuriyatul Fikri.
Kasi Dokkes Polres Kudus, dr. Eny Puji Utami mengatakan, banyak warga yang mengeluh sakit gatal-gatal dan pegal-pegal. Hal itu disebabkan karena warga terlalu lama berada di lokasi banjir.
“Rata-rata keluhannya gatal-gatal, pegal, dan mriyang (panas dingin),” ucapnya.
Demi menjaga kesehatan para pengungsi, tim kesehatan Polres Kudus pun memberikan obat-obatan sesuai keluhan masing-masing. Harapannya, warga yang mengungsi tetap sehat dan aman hingga kembali ke rumahnya masing-masing.***
