“Yang dulu lebarnya hanya tiga meter. Lantainya terbuat dari kayu, kalau dibuat simpangan juga sempit sekali,” bebernya.
Sementara itu, Kepala Desa Sidorekso Mochamad Arifin mengatakan, Jembatan Sidorekso-Blimbing Kidul merupakan akses penghubung antar desa. Tak hanya itu, jembatan itu pula juga menghubungkan antara kabupaten, yakni Kabupaten Kudus dan juga Kabupaten Jepara.
“Selain menghubungkan antar-desa, jembatan ini juga menjadi akses alternatif orang Kudus dan Jepara,” jelas dia.
Lebih lanjut, selama ini pihaknya sudah berkali-kali mengusulkan adanya perbaikan atau penggantian jembatan yang lama. Sebab kondisi jembatan lama memang memprihatinkan.
“Kami sudah mengajukan ke PUPR, juga usul ke Bupati. Tiap musrembang kami usulkan. Tiap tahun. Kondisi jembatan kala itu sudah tak layak karena banyak titik yang lapuk. Serta banyak lubang,” tambahnya.
Pengajuan terakhir yakni pada forum jagong bareng bupati Kudus HM Hartopo bersama para kepala desa se-Kabupaten Kudus. Dan setelah itu barulah ada tindak lanjut. Pihaknya berharap, pembangunan jembatan ini bisa dibangun dengan baik dan tidak mudah rusak. ***
