Selain itu, ia menambahkan terkait ukuran lapangan yang sesuai standar FIFA yakni 105×68 meter dengan menggunakan rumput sintetis.
“Dan dilengkapi dengan sistem drainase atau pembungan air yang sesuai standar agar kondisi lapangan tidak becek ketika turun hujan,” jelasnya.
Panggah menilai pemilihan rumput sintetis tersebut, dikarenakan perawatannya lebih mudah dan harga lebih murah dibandingkan dengan rumput biasa.
“Pemasangan rumput stadion ini sesuai standart FIFA , dengan sistem drainase menggunakan pipa evaporated, kemudian dilapisi geotextile non woven, dilapisi lagi dengan basecose, kemudian di atasnya dikasih batu skrining, baru rumput sintetis yang ditaburi ruber silika standart Internasional Association of Athletics Federation (IAAF),” paparnya.
Panggah juga mengungkapkan proyek pembangunan stadion yang memakan anggaran lebih dari Rp 100 miliar kini sudah tahap mencapai finishing tribun.
“Kurang lebih sudah 40 persen. Tribun juga sudah masuk dalam tahap finishing. Kalau untuk lapangannya, kami baru memasuki tahapan persiapan,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Panggah mengatakan kendati ukuran lapangan sudah sesuai standar FIFA. Terkait penerangan stadion memang ditiadakan, mengingat hanya diperuntukkan untuk pembinaan. Apalagi Stadion Djarum ini juga aka digunakan saat pagi, siang, dan sore saja. ***
