Tekan Infeksi, RSUD Kudus Sentralkan Layanan Pasien Airborne

dr. Vineeth Bhatia (rambut putih) selaku konsultan rGLC Provinsi Jawa Tengah sat mengunjungi RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus, Rabu, 27 Juli 2022. (ISTIMEWA/HUMAS RSUD KUDUS)

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus dokter Andini Aridewi berharap, dengan adanya fasilitas TB Center ini harus diimbangi dengan pelayanan yang semakin meningkat.

Lebih lanjut, dengan adanya pasien yang datang untuk berobat akan mendapatkan kenyamanan sehingga secara psikologis bisa membantu mereka untuk cepat sembuh.

”Sebagai rumah sakit rujukan, RSUD dr. Loekmono Hadi harus bisa memberikan pelayanan yang bagus dan prima. Kami berikan apresiasi kepada RSUD dr. Loekmono Hadi atas desain TB Center,” pungkas Andini.

Bacaan Lainnya

Untuk diketahui, tahun ini penemuan suspek TBC di RSUD dr. Loekmono Hadi sampai 17 Juli 2022 ada 621 pasien, kasus TBC SO yang ditemukan dan diobati ada 217 pasien dan kasus TBC RO yang ditemukan dan diobati ada 29 kasus.

RSUD dr. Loekmono Hadi hari ini juga menerima kunjungan dari Green Light Committee (rGLC) Provinsi Jawa Tengah pada layanan TB RO.

Kunjungan dari rGLC mission tersebut dalam rangka mereview dan meningkatkan kualitas manajemen Program Pengendalian TB RO yang terstandarisasi di Indonesia.

Serta untuk mencegah serta mengurangi kemungkinan adanya tindakan yang kurang tepat terkait isu-isu klinis dan manajerial dalam pengelolaan pasien TB RO.***