“PMT Lokal ini memang sebagai salah satu upaya untuk menekan angka ibu hamil dengan KEK, harapannya dengan adanya pemberian makanan yang bernutrisi bisa mengantisipasi pula terkait stunting,” tambahnya.
Nuryanto menambahkan, saat ini angka ibu hamil dengan KEK di Kabupaten Kudus mencapai 1.695 orang. Sedangkan angka bayi dengan KEP tercatat sebanyak 3.070 bayi.
Kepala UPT Puskesmas Ngembal Kulon Kudus, Kamal Agus Efendi mengungkapkan, pihaknya mendapatkan BOK untuk PMT Lokal sebesar Rp 425 juta. Ada sebanyak 100 bayi KEP dan 40 ibu hamil yang menjadi sasaran pada kali ini.
“Ada 6 desa yang menjadi wilayah kerja Puskesmas Ngembal Kulon, meliputi Desa Ngembal Kulon, Tumpangkrasak, Megawon, Jepangpakis, Loram Wetan, dan Getaspejaten,” ujarnya.
Pemberian PMT Lokal sendiri akan dilakuka selama 90 hari. Dimana, Puskesmas Ngembal Kulon dalam hal ini melibatkan Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dalam pelaksanannya.
“Tidak hanya belanja, memasak dan mendistibusikan saja, TP PKK ini juga nantinya kita imbau untuk memberikan edukasi agar PMT Lokal yang diberikan dikonsumsi oleh sasaran, bukan anggota keluarganya atau yang lainnya,” tambahnya. ***
