Selain PKMK yang khusus untuk anak stunting, DKK Kudus juga memiliki program penanganan balita dengan masalah gizi. Di antaranya, Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Lokal, berupa makanan pendamping untuk semua sasaran balita di posyandu.
“Kunci pengentasan stunting itu (makanan) tinggi protein hewani,” tandasnya.
Sementara itu, Direktur RS Aisyiyah Kudus, dr. Indah Rosiana menyampaikan bahwa pemberian PKMK di rumah sakit setempat telah dilakukan. Dimana, paket PMKM yang diberikan berupa telur dan susu UHT selama kurun waktu 90 hari.
“Bantuan per paket untuk 10 anak yang dirujuk ke rumah sakit itu total nilainya sekitar Rp 6.300.000,” terangnya. ***
