Tahun 2023, RSUD Kudus Targetkan Pendapatan Tembus Rp 170 Miliar

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus, Dokter Mustiko Wibowo. (MIA)

“Kita kerjasama dengan perusahaan, sudah ada komitmen dari beberapa perusahaan, dia mau untuk eksekutifnya atau direksinya mereka ke sini (RSUD Kudus) kerjasama dengan kita, asalkan punya poli eksekutif. Jadi poli ini nantinya untuk pasien umum atau istilahnya poli berbayar,” jelasnya.

Kemudian, pihaknya juga menyasar tingkat kepuasan masyarakat dalam hal pelayanan aupun fasilitas. Ini mempertimbangkan angka Bed Occupation Rate (BOR) yang belum memenuhi 80 persen, atau masih di angka rata-rata 72;74 persen.

“BOR kita saat ini belum memenuhi rata-rata 80 persen. Jadi, kadang 80 persen, kadang lebih, kadang hanya 65, kadang 68, rata-rata bor masih dikisaran 72-74. Itu catatan kalau satu tahun,” paparnya.

Bacaan Lainnya

Di samping itu, pihaknya juga akan manta ulang ruang lobi RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus, agar masyarakat yang berobat bisa merasa nyaman dan tidak semrawut oleh antrean obat. Lalu, akan dilengkapi punya dengan beberapa toko yang berisikan makanan serta UMKM.

“Saya kalau ngomong pendapatan perkapita penduduk, Kudus itu paling tinggi se-Jateng, sekitar Rp 126 juta per tahun, lebih tinggi dari Semarang. Artinya apa, banyak orang-orang yang punya duit di Kudus, itu sasaran pasar yang harus diopeni juga,” terangnya.

Lebih lanjut, Dokter Mustiko mengungkapkan, pada target PAD tahun 2022, RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus bisa melampaui target. Dari target sebesar Rp 160 miliar dapat terealisasi sebesar Rp 167 miliar. ***