Yogi menambahkan bahwa bus pertama batal menyalip karena melihat truknya dari arah berlawanan, namun bus kedua tiba-tiba mengambil jalur kanan dan langsung menabrak bak truknya. “Saya tidak tahu setelah itu, di belakang ternyata ada truk trailer, dan terjadilah tabrakan lagi,” kata Yogi.
Proses evakuasi korban dilakukan dengan cepat oleh tim gabungan dari kepolisian dan petugas medis. Korban yang tewas termasuk sopir bus, sopir truk kedua, serta empat penumpang bus. Sementara itu, empat korban lainnya mengalami luka-luka dan langsung dibawa ke RSUD Dr. Sutrasno Rembang serta Puskesmas Juwana.
Yogi, yang hanya mengalami luka ringan, menjelaskan bahwa ia mendengar sopir truk yang berada di belakangnya meninggal dunia setelah terjepit di dalam kabin truknya. “Kondisi saya cukup baik, hanya luka ringan, tetapi sopir truk di belakang saya meninggal karena terjepit,” tambah Yogi.
Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kecelakaan maut ini. Dugaan sementara adalah faktor mengantuk dan cuaca buruk yang menyebabkan sopir bus kehilangan kendali. Kondisi jalan yang licin akibat hujan juga diyakini memperburuk situasi sehingga kecelakaan menjadi tak terhindarkan.
Pihak kepolisian kembali mengimbau agar para pengemudi, terutama yang melintasi jalur Pantura, lebih berhati-hati, terutama pada malam hari dan saat cuaca buruk. Mereka juga diingatkan untuk beristirahat cukup sebelum melanjutkan perjalanan demi keselamatan. (***)
