Suporter Sepak Bola Ricuh di Kudus, Sekolah dan Rumah Warga Kena Rusak

Kepala Sekolah MI NU Bahrul Ulum Kholistimroah bersama dengan guru di sekolah tersebut menunjukkan bukti batu yang dilempar oleh oknum suporter Persijap. (ISTIMEWA)

Setelah insiden pemecahan kaca, pihaknya sempat membuat surat dan berkoordinasi dengan yayasan untuk meliburkan semua siswa keesokan harinya.

Namun, pihak sekolah mencabut surat pemberitahuan tersebut. Hal itu dikarenakan pada malam harinya, kaca yang pecah sudah dibenahi oleh anggota Polres Kudus seketika itu.

“Yang kacanya pecah itu yang di lantai satu, ada 23 kaca nako yang pecah. Ada juga genteng yang pecah. Jadi terkena lemparan baru yang dilempar dari luar, karena kondisi sekolah juga terkunci saat itu,” jelas dia.

Bacaan Lainnya

Hal serupa juga dikatakan oleh warga RT 3 RW 2 Desa Ngembal Kulon, Umar Syaroni. Ia mengungkapkan bahwa warung yang berada di utara sekolah pun turut menjadi sasaran amukan oknum suporter tersebut.

“Saat bentrokan terjadi warungnya sudah tutup. Genting warungnya pecah terkena lemparan batu. Ada sekitar 50 genteng yang rusak, jika ditotal kerugiannya Rp 500 ribu,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Ngembal Kulon, M. Khanafi menyayangkan aksi kerusuhan antar suporter tersebut. Kerusuhan yang terjadi yang dilakukan oleh oknum suporter Jepara membuat genteng dan kaca di rumah warganya itu rusak. Adapun total rumah yang rusak ada ada delapan dan satu sekolahan. ***