Berdasarkan data yang Ia dapat, Kabupaten Kudus belum ditemukan adanya kasus polio. Namun hal ini lantas tidak membuat lengah dan bersantai begitu saja. Kegiatan Sub PIN Polio ini merupakan langkah antisipasi agar kasus polio tidak menular di Kudus.
“Oleh karena itu, teman-teman dinas kesehatan memberikan respon cepat untuk melakukan imunisasi polio ini secara serentak di Kudus. Lebih baik kan kita melakukan mitigasi di awal daripada nanti sudah muncul muncul yang tidak diharapkan,” ujarnya.
Sementara itu, Sub Koordinator Surveilans dan Imunisasi pada DKK Kudus, Aniq Fuad menambahkan bahwa penyakit polio sangat membahayakan bagi anak, sebab dampak terburuk yang bisa terjadi yakni kelumpuhan dan tidak bisa terobati.
“Sub PIN Polio tidak mengenal (vaksinasi) lanjutan, semua anak usia di bawah 8 tahun harus jadi sasaran. Tidak mengenal status vaksinsasinya, dia lengkap (vaksinasinya) tetap kita berikan,” katanya. ***
