Selama ini sebagai organisasi masyarakat (Ormas), PD Muhammadiyah Kudus menganjurkan kadernya untuk aktif dalam Pilkada 2024.
Akan tetapi, sebagai ormas Islam yang ada di Kudus, PD Muhammadiyah memilih untuk netral dan tidak mendukung salah satu pasangan calon (paslon). Apalagi sampai membuat pamflet menggunakan logo Muhammadiyah.
“Kami tidak pernah menginstruksikan dan kami melarang untuk itu,” tegasnya.
Lebih lanjut, PD Muhammadiyah belum berniat melaporkan peristiwa tersebut ke Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) maupun pihak lainnya.
PD Muhammadiyah Kudus lebih memilih untuk mengimbau serta peran aktif semua warga Muhammadiyah di Kudus agar Pilkada bisa berjalan dengan lancar, aman, dan damai.
“Jangan terprovokasi, hindari hate speech, dan hoaks. Dan jangan pernah menggunakan lambang Muhammadiyah beserta seluruh ortom (organisasi otonom Muhammadiyah) untuk kepentingan dukung-mendukung calon yang ada,” jelasnya.
Noor Muslikhan berharap, calon yang terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kudus periode 2024-2029 adalah warga terbaik untuk Kudus. Bekerja untuk Kudus dan juga untuk kepentingan warga Kudus.**
