SLB Negeri Purwosari Kudus Dorong Siswa Difabel Berkreasi Lewat Pelatihan Konten Kreator

SLB Negeri Purwosari Kudus Dorong Siswa Difabel Berkreasi Lewat Pelatihan Konten Kreator. (Foto: Istimewa)

“Minimal dua tagar brand dipakai secara berulang, dan tiga tagar lain disesuaikan dengan isi konten,” paparnya.

Tidak hanya memberikan teori, Arif juga memotivasi para siswa difabel dengan menyebut bahwa mereka memiliki ciri khas yang bisa menjadi daya tarik tersendiri.

“Setiap pelajar di sini punya keunikan. Jika diarahkan dengan benar dan terus konsisten, mereka bisa memiliki pangsa pasar sendiri seperti kreator pada umumnya,” katanya.

Bacaan Lainnya

Pelatihan ini meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta. Linda, siswa tuna daksa, merasa semakin bersemangat setelah diberi kesempatan mempraktikkan pembuatan konten.

“Terima kasih Pak Arif sudah mengajarkan kami cara membuat konten dan memberi semangat kepada kami,” ucapnya.

Hal serupa disampaikan Danang, siswa tuna daksa lainnya, yang kini semakin percaya diri berkarya.

“Saya sudah memposting konten berisi kata-kata motivasi. Saya ingin menjadi motivator terkenal,” ungkapnya penuh optimisme.

Pelatihan ini menjadi langkah positif SLB Negeri Purwosari dalam membuka ruang kreativitas bagi siswa difabel, sekaligus membuktikan bahwa siapa pun dapat berkarya dan bersinar di era digital.*