Lestari menyebut dukungan pemerintah pusat terhadap pengembangan Patiayam juga telah diberikan. Salah satunya berupa anggaran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang diarahkan untuk penataan tata pamer serta perbaikan minor bangunan.
Menurutnya, tata pamer perlu diperbarui agar lebih menarik dan informatif. Berbagai hasil penelitian dan temuan penting dapat ditampilkan secara ringkas sehingga masyarakat memperoleh gambaran mengenai nilai sejarah Patiayam.
“Highlight hasil temuan di sini bisa kita sajikan di sana. Kalau ingin tahu lebih jauh bisa ke Museum Situs,” jelasnya.
Selain pengembangan museum, Lestari juga mendorong agar status Situs Patiayam segera ditingkatkan menjadi situs nasional. Ia menyebut proses tersebut tinggal menyelesaikan sejumlah persoalan administratif.
Ia pun berharap Kabupaten Kudus nantinya memiliki museum prasejarah yang berada di kawasan Patiayam. Keberadaan museum tersebut dinilai dapat menjadi ruang edukasi sekaligus memperkuat upaya pelestarian warisan prasejarah.
“Salah satu jejak kehidupan prasejarah itu ada di sini. Nah, itu yang harus terus diteliti lagi,” pungkasnya.
Pengembangan Situs Patiayam diharapkan tidak hanya memperkuat penelitian arkeologi, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat warisan prasejarah yang menjadi bagian dari perjalanan panjang peradaban manusia.***
