Sepanjang 2023, Sebanyak 50 Pasien DBD Dirawat di RSUD Kudus

Ilustrasi. Nyamuk DBD. (Pixabay)

Lebih lanjut, Hakam menjelaskan bahwa kasus DBD dalam perawatan RSUD Kudus, ada yang beresiko tinggi. Hal itu terjadinya lantaran beberapa pasien dibawa ke rumah sakit dalam keadaan sudah kritis.

Sehingga, menyebabkan beberapa pasien diantaranya hingga meninggal dunia. Namun prosentasi pasien meninggal dunia dinilainya sangat kecil, sekitar 1 persen dari jumlah kasus.

“Adapun rujukan terlambat dan meninggal juga ada, tapi prosentasinya kecil, perbandingan 50 (pasien) yang meninggal satu, kisaran 1 persenan,” tukasnya.

Bacaan Lainnya

Untuk diketahui, kasus DBD terjadinya akibat penularan virus dari nyamuk aedes aegypti. Nyamuk ini menyebarkan virus dengue ini umumnya ada di dalam maupun di sekitar pemukiman, utamanya daerah tergenang air.

Gejala DBD yang umum adalah demam tinggi dan gejala seperti flu. Sementara itu, pada DBD yang parah, kondisi ini bisa menyebabkan pendarahan serius, penurunan tekanan darah secara tiba-tiba dan bahkan kematian. ***