Semarak Kirab “Manten Tebu” Tandai Dimulainya Musim Giling 2026 di Pabrik Gula Rendeng

Pabrik Gula Rendeng membuka musim giling tahun 2026 dengan menggelar prosesi budaya kirab "manten tebu" di Desa Rendeng, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus. (Foto: Ayu Devi/Zonanews.id)

“Suplai utama dari Kudus, serta didukung Jepara, Pati, Rembang, dan Blora,” ungkapnya.

Terkait filosofi “Temanten Tebu”, ia menuturkan bahwa nama-nama yang diberikan mengandung doa dan harapan.

“Raden Bagus Langgeng Laksono Wijoyo bermakna pribadi yang baik dan konsisten dalam kebaikan. Sedangkan Roro Sri Rahayu Semseming Manis mengandung harapan hidup yang mulia dan sejahtera,” katanya.

Bacaan Lainnya

Ia menegaskan bahwa prosesi tersebut bukan ritual spiritual, melainkan simbol penyatuan antara tebu milik pabrik dan tebu rakyat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kudus, Didik Tri Prasetya, menyampaikan harapan agar musim giling tahun ini mampu meningkatkan produksi gula daerah.

“Ini menjadi titik awal musim giling. Kami berharap menghasilkan rendemen yang baik dan gula berkualitas, serta mendukung swasembada gula di Kabupaten Kudus,” ujarnya.

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi dalam kegiatan tersebut. Salah satu pengunjung, Nashwa Zahrania Zaeni (19), mahasiswi asal Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, mengaku baru pertama kali menyaksikan tradisi tersebut secara langsung.

“Saya sengaja datang karena penasaran. Ini pengalaman pertama dan sangat berkesan bagi saya,” katanya.

Ia juga menilai tradisi tersebut memiliki nilai budaya yang penting untuk dilestarikan.

“Budaya seperti ini harus terus dijaga agar dikenal generasi muda,” tambahnya.***