Selain menghadirkan buku-buku fisik dan digital, kegiatan literasi pun akan diselingi dengan permainan dan edukasi yang asik, seperti kegiatan dolanan. Yang nantinya akan bermuara pada ajakan cinta membaca.
“Ini kegiatan sudah terjadwal dan sudah berjalan. Sistemnya memang jemput bola, jadi kita yang datang ke wilayah-wilayah yang jauh dari perkotaan tersebut,” tambahnya.
Lebih lanjut, Sam’ani menambahkan bahwa kegiatan hinterland literasi memang dilakukan secara perlahan-lahan, sebab keterbatasan sumber daya manusia (SDM) dan armada yang dimiliki.
Sehingga, kegiatan tersebut dilakukan secara bergilir. Dan diharapkan, bisa dimanfaatkan oleh masyarakat dengan sebaik-baiknya.
“Saat ini, koleksi buku yang kita punya ada sekitar 450 ribu buku fisik dan digital,” pungkasnya. ***
