Selain itu, koordinasi intens dengan berbagai stakeholder di wilayah seperti tentang keamanan, mitigasi bencana ataupun kesehatan juga sangat penting dilakukan di setiap destinasi wisata.
”Pengelola wisata harus tetap waspada. Meski sudah dalam masa endemi, tapi sarana protokol kesehatan harus tetap dipersiapkan. Dengan tetap menyediakan tempat cuci tangan dan memperhatikan protokol kesehatan,” ungkapnya.
Pihaknya berharap libur lebaran di Kudus nanti bisa dimanfaatkan pengelola daya tarik wisata dengan memberikan layanan yang prima bagi wisatawan. Sehingga wisatawan pun akan betah dan ingin kembali berkunjung ke destinasi wisata di Kudus.
”Upaya untuk menciptakan sapta pesona ini, pemerintah tentu tidak bisa melakukan sendiri. Maka, Kami berharap ada kebersamaan antara pemerintah, dunia usaha, para pelaku usaha pariwisata, masyarakat, perguruan tinggi, hingga media,” imbuhnya. ***
