“Ada paket short, medium dan long dengan tarif Rp 450-750 ribu per paket, termasuk nanti juga menjelajah wisata Logung hingga mengenal jejak peninggalan Sunan Muria,” paparnya.
Selain untuk mengaktivasi potensi desa, Zaini melihat adanya pemberdayaan masyarakat dalam program nge-jeep barang ini. Dia ingin mengajak masyarakat jntuk menemukenali ajaran Sunan Muria, filosofi kehidupan melalui mata air dan hidup berdampingan dengan alam.
“Bagaimana seharusnya bertetangga, menjaga mata air, serta menjadikan masyarakat sebagai subjek kebudayaan,” tambahnya.
Kegiatan nge-jeep bareng ini melibatkan kerjasama Pokdarwis Desa Lau, komunitas Kampung Budaya Piji Wetan, komunitas Bolo Rame Jeep dan Pemerintah Kecamatan Dawe. Tour jeep kali ini menyambangi empat mata air di antaranya Belik Bunton, Makam Mbah Mangku Alam, Belik Gondang, Sendang Kamulyan, Masjid Kututan dan dan Taman Dolanan.
“Sebenarnya ada tujuh mata air yang ingin dituju, namun waktunya terbatas sehingga empat titik mata air yang disambangi,” tambahnya.
Pihaknya berharap launching ini dapat menjadi titik awal agar lebih banyak wisatawan lokal dan luar daerah berkunjung ke Desa Lau.
Salah satu wisatawan asal Kudus, Zaza mengungkapkan baru pertama kali jelajah naik jeep. Menurutnya, tour wisata ini sangat menarik, dengan pemandangan alam indah dan kegiatan nge-jeep yang cukup menantang.
“Sangat seru, baru pertama kali dan cukup kaget karena harus pegangan juga, meskipun saya dari desa ternyata pemandangan dan wisata desa tidak kalah bagus. Terlebih ada edukasi budaya di setiap titik lokasi,” ujar Zaza. ***
