“Semua persiapan saya pastikan berjalan baik,” katanya.
Hartopo mengatakan, pihaknya telah melakukan mitigasi bencana sejak 3 bulan yang lalu. Dirinya juga telah menginstruksikan seluruh pemangku wilayah, dalam hal ini Camat untuk mempersiapkan dengan baik.
“Doa kita tidak ada bencana, tapi kita juga sudah siap jika suatu saat terjadi bencana. Karena kita sudah melakukan mitigasi bencana jauh-jauh hari,” katanya.
Hartopo menyebut, tempat pengungsian dan dapur umum yang telah disiapkan di Balai Desa Jati Wetan mampu menampung hingga 500 pengungsi.
“Bisa kita maksimalkan hingga 500 pengungsi, disini juga telah siap petugas medis, obat-obatan, dan bantuan pangan lainnya,” sebutnya.
Tak lupa, Hartopo mengimbau bagi masyarakat untuk bersedia dievakuasi ketika terjadi bencana alam, baik banjir maupun tanah longsor. Terkait keamanan lingkungan, Pihaknya akan bersinergi dengan TNI/Polri dan relawan lainnya untuk memastikan kondusifitas lingkungan selama dalam pengungsian.
“Saya imbau bagi masyarakat agar bersedia dievakuasi ketika terjadi bencana. Jangan risau masalah keamanan, karena ada petugas yang akan patroli mengamankan lingkungan,” imbaunya.
Seperti yang dilakukan Sumiyati, warga Dukuh Tanggulangin RT 04/03 yang dievakuasi saat debit air mulai meninggi. Demi keselamatan dirinya beserta keluarga, petugas gabungan dengan cepat mengevakuasi para warga yang terdampak.
“Sejak semalam air mulai masuk ke rumah, hingga saat ini telah mencapai hampir selutut. Demi keselamatan bersama, akhirnya kami dievakuasi,” ungkapnya.
Sumiyati pun terlihat lebih aman dan nyaman berada di lokasi pengungsian selama banjir masih menggenangi rumahnya.***
