“Pasar Minggu atau Car Free Day yang diselenggarakan Pemdes Jati Wetan ini merupakan upaya dalam memberikan wadah pemasaran bagi produk-produk UMKM warga setempat,” katanya.
Sayyid berharap, kegiatan tersebut bisa menjadi stimulus untuk membangkitkan kembalu geliat ekonomi serta kreativitas UMKM masyarakat Desa Jati Wetan.
“Saya ikut senang melihat geliat UMKM kembali bangkit, pelaku UMKM sangat antusias dan warga juga berbondong-bondong untuk belanja,” tambahnya.
Dirinya berharap, Car Free Day Jati Wetan bisa menjadi trend untuk pemdes lain agar melakukan hal yang serupa. Dia juga meminta agar pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus untuk ikut memberikan perhatian supaya bisa berkembang lebih baik.
“Saya yakin pelaku-pelaku UMKM sangat tertarik dengan kegiatan seperti itu, tinggal bagaimana pemkab memberikan perhatian, supaya kegiatan tersebut lebih baik dan UMKM lokal bisa lebih berkembang,” terangnya.
Ketua Panitia Penyelenggara Gebyar UMKM Jati Wetan, Muhamad Afan Setiawan menambahkan bahwa ada sebanyak 70 UMKM yang memeriahkan acara car free day di desa setempat. Sejumlah UMKM tersebut meliputi sektor makanan, minuman, pakaian, aksesoris, kerajinan tangan, dan sebagainya.
Sedangkan untuk kegiatan medical check up, lanjut Afan, pihaknya bekerjasama dengan petugas medis dari Rumas Sakit (RS) Mardi Rahayu Kudus.
Katanya, kegiatan kali ini mendapatkan animo masyarakat yang sangat luar biasa. Resmi di lounching pada pukul 06.00 WIB, masyarakat bahkan sudah memadati area car free day sejak pukul 05.00 WIB. Ada ratusan masyarakat yang hadir dan menyemarakkan kegiatan kali ini, hingga para penjual sudah kehabisan dagangan dengan sangat cepat dalam kurun waktu kurang dari 3 jam. ***
