Menurut Sony, pembinaan atlet menjadi fokus utama agar ke depan mampu bersaing di level yang lebih tinggi.
“Harapannya atlet-atlet dari Kudus maupun eks Karesidenan Pati bisa lebih maju dan melangkah ke tingkat provinsi. Tujuan kami adalah menaungi atlet agar selalu bisa bertanding dan berlatih sehingga ke depannya bisa menjadi atlet provinsi,” tambahnya.
Turnamen ini mempertandingkan kelas pemula dengan sistem handicap 3 dan 4. Total peserta yang ambil bagian mencapai 256 atlet, dengan pertandingan digelar sejak Kamis hingga Minggu.
“Babak 64 hingga final dilaksanakan hari Minggu ini. Untuk final rencananya digelar malam hari,” jelas Sony.
Peserta berasal dari berbagai daerah, di antaranya Kudus, Pati, Purwodadi, Juwana, dan Jepara. Selain memperebutkan trofi anniversary pertama Fullhouse Billiard, panitia juga menyiapkan total hadiah sekitar Rp21 juta, dengan juara pertama memperoleh Rp10 juta.
Terkait perkembangan olahraga biliar di Kudus, Sony menilai potensinya cukup baik.
“Perkembangan biliar di Kudus cukup bagus karena sudah banyak atlet yang bisa masuk ke tingkat provinsi. Tinggal bagaimana kita menggerakkan atlet pemula agar bisa mengikuti jejak para seniornya,” pungkasnya.
Melalui turnamen ini, Fullhouse Billiard bersama Pengcab POBSI Kudus berharap olahraga biliar semakin berkembang dan mendapat tempat positif di tengah masyarakat sebagai cabang olahraga prestasi.***
