Kemudian, Juru bicara dari fraksi PAN, Hanura Demokrat (PANHD), Andrian Fernando menyampaikan bahwa sebagai anggota DPRD, pihaknya meminta kejelasan atas pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Kudus karena memiliki arti yang sangat penting dalam otonomi daerah.
“Kami mengapresiasi atas capaian seluruh PAD, namun kami juga meminta kejelasannya apakah target yang ditentukan pemda terlalu rendah sehinga mudah tercapai, dan apa indikator yang digunakan sebagai target capaian karna azas yang baik adalah keterbukaan,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil DPRD Kudus Tri Erna Sulistyawati berharap seluruh pandangan yang diusulkan oleh setiap fraksi-fraksi terhadap pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Kudus tahun 2022 dapat menjadi masukan serta dapat ditindaklanjuti dengan segera oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus.
“Agar seluruh progam dan kebijakan yang telah ditetapkan dapat terlaksana dengan baik, maka yang telah dianggarkan dan diketahui terdapat permasalahan harus diselesaikan serta dapat berjalan dengan maksimal,” katanya selepas semua juru bicara menyampaikan pandangan masing-masing fraksi.
Sebelum rapat ditutup, ada sejumlah anggota DPRD yang menyampaikan pendapatnya. Pimpinan DPRD langsung memberikan tanggapannya, dan rapat selesai sekitar pukul 13.00 WIB.***
