Tidak hanya memperluas kaderisasi di perguruan tinggi, BPC Hipmi Kudus juga memiliki program menyasar santri-santri yang ada di pesantren. Pihaknya berkomitmen untuk menularkan pula jiwa kewirausahaan kepada para santri, pelajar hingga mahasiswa di Kabupaten Kudus.
“Anggota di Hipmi UMK ada 50 pengurus aktif dan total ada 150 anggota. Kalau di IAIN Kudus sekarang ada sekitar 40 yang aktif. Setelah pelantikan akan kita dorong rekrutmen mahasiswa di IAIN Kudus,” tuturnya.
Sementara itu, Pengurus Hipmi IAIN Kudus, Muhammad Faiz Anwar bertekad untuk mengajak para mahasiswa agar bisa bergabung dengan HIPMI Kudus. Sementara untuk pemberdayaan para anggota, pihaknya akan menggerakkan mereka agar segera memulai usaha.
Pihaknya pun membeberkan bahwa belum semua anggota BPC Hipmi Kudus memiliki usaha. Ada sekira 60 persen yang telah memiliki usaha, yang mayoritasnya meliputi usaha kerajinan buket bunga dan kuliner.
“Kita di tahun ini mencoba menggerakkan mahasiswa untuk langsung mulai usaha. Karena saya lihat untuk pergerakan di era saat ini terus terang menargetkan anak muda, tapi biasanya anak muda akan stagnan kalau tidak ada yang membimbing,” katanya. ***
