Dengan adanya pengerukan sedimentasi Bendung Pucangan, Zakaria berharap semua lahan sawah yang ada di Desa Ngembelrejo bisa teraliri air dengan maksimal. Sehingga panen bisa dilakukan tiga kali dalam setahun.
“Terima kasih kepada PUPR, Pak Pj Bupati Kudus, dna dinas-dinas terkait akhirnya Bendung Pucangan ini bisa dikeruk. Dengan adanya pengerukan ini, saya berharap bisa menampung ribuan liter air saat musim kemarau dan banjir bisa dikurangi,” harap Zakaria.
Selama sekitar 20 tahun, Zakaria menceritakan, keadaan Bendung Pucangan tidak mampu menampung air sama sekali. Sedimentasi yang ada di lokasi tersebut membuat Bendung Pucangan kembali pulih seperti sebelum dibuat Bendung.
Para petani pun cukup kesusahan mengaliri lahannya karena air yang terbatas.
Setidaknya dengan pengerukan sedimentasi, zakaria mengatakan bahwa Bendung Pucangan akan dinormalisasi sekitar 100 meter dengan kedalaman meneyesuaikan. Ribuan liter air diharapkan bisa tertampung di Bendung yang telah dinormalisasi.
“Perngerukan ini untuk memulihkan Bendung Pucangan seperti semula. Saya harap petani tidak usah membeli BBM karena sudah bisa dialiri air dari Bendung, sehingga mereka bisa panen tiga kali setahun,” jelasnya.
Rasa terima kasih juga disampaikan Ketua P3A Desa Ngembalrejo Kudus, Sami’an. Ekskavator yang disewakan gratis oleh PUPR dikatakannya sangat membantu petani di wilayah Desa Ngembalrejo Kudus.
“Terima kasih kepada Pemkab Kudus karena telah membantu menyediakan alat normalisasi Bendung Pucangan, ini membantu petani sekali. Setidaknya 4 hektar sawah bisa teraliri air dari Bendung ini,” ungkap Sami’an.
Ia juga berharap, normalisasi Bendung bisa menampung lebih banyak air untuk pengairan sawah.***
