Sementara itu, Kapolres Kudus AKBP Dydit Dwi Susanto melalui Kapolsek Mejobo AKP Cipto mengatakan, 10 siswa dilarikan ke Puskesmas Jepang untuk menjalani perawatan karena kondisnya lemas. Sedangkan lainnya mengalami gejala ringan.
“Sampai saat ini, dari 10 siswa yang dibawa ke Puskesmas 9 diantaranya sudah diperbolehkan pulang. Jadi masih ada 1 siswa yang dirawat di Puskesmas karena kondisinya masih lemas,” imbuhnya,” jelas AKP Cipto.
Ia menambahkan, semua sampel makanan yang diduga jadi pemicu terjadinya keracunan yang dialami siswa telah disita petugas, rencananya akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Polisi menyita sejumlah barang di antaranya Jasuke, Maklor dan Cilor. Termasuk, sisa jajanan yang dikonsumsi murid saat jam istirahat. Pihaknya pun mengimbau agar orang tua mengawasi jajanan buah hati mereka.

“Kepada para orangtua diusahakan membawakan bekal anak, hal ini untuk meminimalisir anak anak jajan diluar,” pungkasnya.
Selain mengamankan semua sampel makanan, Polsek Mejobo juga mengamankan pedagang yang diduga menjual jajan yang menyebabkan sejumlah siswa SD N 2 Mejobo keracunan tersebut.
WN (34) yang merupakan penjual jajanan tersebut syok saat didatangi pihak kepolisian dilokasi ia berjualan di sekolah untuk dimintai keterangan.
Saat dimintai keterangan, WN mengaku baru pertama kali menjajakan jualannya di SD Negeri 2 Mejobo, dan belum lama menjual jenis jajanan itu di sekolah.
