“Kondisi sekarang sudah berubah. Banjir terjadi di mana-mana. Karena itu, sekolah harus berpartisipasi menanamkan kepedulian lingkungan kepada anak didiknya,” tegas Chandra.
Ia menambahkan, Pemkab Pati terus melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat dan provinsi dalam penanganan bencana.
Koordinasi dilakukan bersama BPBD dan kementerian terkait, khususnya dalam penyediaan bantuan pangan dan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pati, Tulus Budiharjo menyampaikan, Program Sekolah Adiwiyata merupakan upaya sistematis meningkatkan kualitas lingkungan hidup di sekolah.
Menurut Tulus, program tersebut mendorong terbentuknya perilaku ramah lingkungan melalui keterlibatan seluruh warga sekolah.
“Program Adiwiyata bertujuan mewujudkan sekolah berkarakter lingkungan. Penilaiannya dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat kabupaten hingga mandiri,” jelas Tulus.
Untuk diketahui, Kabupaten Pati pada tahun 2025 mencatat satu sekolah meraih predikat Sekolah Adiwiyata Mandiri. Selanjutnya empat sekolah Adiwiyata Nasional, 13 sekolah Adiwiyata Provinsi, dan 31 sekolah Adiwiyata Kabupaten.
Pemerintah Kabupaten Pati berharap capaian tersebut menjadi penguat gerakan pendidikan lingkungan hidup yang berkelanjutan dan berdampak nyata bagi masyarakat. (arp)
