PON Bela Diri Kudus 2025: Amankan Medali Karate, Ju-jitsu dan Wushu, Demi Rebut Gelar Juara Umum

Pertandingan Ju-jitsu dalam ajang PON Bela Diri Kudus 2025 di Djarum Arena, Kaliputu, Kudus. (Foto: Istimewa)

Sementara, Umar Syarief, legenda karate Indonesia yang hadir di Djarum Arena, mengapresiasi pelaksanaan PON Bela Diri Kudus 2025 yang disebutnya sebagai gebrakan luar biasa dalam upaya membangun ekosistem kompetisi cabang olahraga bela diri di Tanah Air.

Ia berharap kegiatan yang digagas KONI Pusat bersama Djarum Foundation itu tidak berhenti sampai di sini, melainkan dapat terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya.

Umar juga menekankan pentingnya keberlanjutan kompetisi sebagai wadah bagi atlet-atlet muda untuk terus mengasah kemampuan dan memperkuat mental bertanding.

Bacaan Lainnya

“Semua prestasi itu datang dari bawah. Kalau mau membangun, ya harus ada kompetisi seperti ini. Kita berikanlah ruang bertanding, karena dari situ atlet naik ke nasional, lalu ke multi-event seperti SEA Games dan Asian Games,” ujarnya.

Pada daftar akhir perolehan medali cabang olahraga karate, DKI Jakarta menempati posisi teratas dengan total enam medali yang terdiri atas tiga medali emas, satu perak, dan dua perunggu).

Jawa Barat (Jabar) menyusul di peringkat kedua dengan tujuh medali (2 emas, 2 perak, dan 3 perunggu), sementara Sulawesi Selatan melengkapi tiga besar lewat raihan enam medali (2 emas, 1 perak, dan 3 perunggu).

Adapun pada daftar terakhir perolehan medali cabang olahraga ju-jitsu, kontingen Jawa Timur menempati posisi teratas dengan raihan delapan medali (5 emas, 2 perak, dan 1 perunggu).

Di posisi kedua terdapat Jawa Barat dengan 11 medali (4 emas, 3 perak, dan 4 perunggu), disusul DKI Jakarta di peringkat ketiga dengan enam medali (4 emas dan 2 perunggu).

Sementara itu, Jawa Tengah menempati posisi keempat dalam klasemen akhir dengan 1 emas, 7 perak, dan 6 perunggu.

Kilas Balik Perolehan Medali dari Tujuh Cabang Olahraga

Menjelang hari terakhir penyelenggaraan PON Bela Diri Kudus 2025 pada Minggu, 26 Oktober 2025, tujuh cabang olahraga telah merampungkan pertandingan.

Gulat dan judo menjadi dua cabang olahraga yang menuntaskan seluruh rangkaian pertandingannya pada tahap pertama PON Bela Diri Kudus 2025 pada Selasa, 14 Oktober 2025.

Jatim menempati posisi teratas klasemen akhir pada cabang olahraga gulat dengan raihan total 10 medali (6 emas, 3 perak, dan 1 perunggu).

Di posisi kedua, Jateng mengumpulkan 15 medali (5 emas, 3 perak, dan 7 perunggu), disusul Jabar di peringkat ketiga dengan sembilan medali (3 emas, 2 perak, dan 4 perunggu).

Adapun pada cabang olahraga judo, DKI Jakarta menempati posisi teratas dengan raihan 15 medali, (7 emas, 4 perak, dan 4 perunggu).

Jabar di peringkat kedua dengan 16 medali (5 emas, 4 perak, dan 7 perunggu), sementara Bali melengkapi tiga besar dengan torehan 11 medali (3 emas, 3 perak, dan 5 perunggu).

Begitu pun dengan rangkaian pertandingan pada cabang olahraga taekwondo yang rampung pada hari yang sama, Selasa, 14 Oktober 2025.

Kontingen Jabar menempati peringkat teratas dalam klasemen terakhir perolehan medali taekwondo dengan raihan 14 medali (10 emas dan 4 perunggu).

Jateng, yang mengoleksi total 19 medali (4 emas, 6 perak, dan 9 perunggu), menempati peringkat kedua, lalu peringkat ketiga ditempati oleh DKI Jakarta dengan raihan 11 medali, (3 emas, 4 perak, dan 4 perunggu).

Sementara pada Kamis, 16 Oktober 2025, kontingen Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatatkan sejarah dengan menempati posisi teratas daftar perolehan medali terakhir cabang olahraga tarung derajat.

Para atlet tarung derajat NTB memborong sembilan medali (5 medali emas, 3 perak, 1 perunggu). Setelah NTB, posisi tiga besar perolehan medali akhir tarung derajat dilengkapi oleh Bali di urutan kedua dengan tujuh medali (3 emas, 3 perak, dan 1 perunggu.

Jawa Timur menempati peringkat ketiga dengan enam medali (3 emas, 1 perak, dan 2 perunggu).

Pencak silat, sambo, dan shorinji kempo, menjadi tiga cabang olahraga yang mengisi tahap kedua penyelenggaraan PON Bela Diri Kudus 2025.

Jateng menegaskan dominasinya pada cabang olahraga sambo dengan torehan lima medali emas, empat perak, dan tujuh perunggu, sekaligus menambah daftar panjang prestasi mereka pada PON Bela Diri 2025.

Peringkat kedua pada cabang olahraga ini ditempati oleh Kalimantan Timur (4 emas, 3 perak, dan 7 perunggu), lalu DKI Jakarta di peringkat ketiga (4 emas, 1 perak, dan 3 perunggu), dalam daftar perolehan medali terakhir.

Pencak silat juga menjadi lumbung medali bagi kontingen Jateng dengan perolehan setengah lusin keping emas serta satu perunggu.

Peringkat kedua ditempati DKI Jakarta dengan delapan medali (3 emas, 2 perak, dan 3 perunggu), lalu Lampung melengkapi tiga teratas daftar perolehan medali terakhir, dengan catatan lima medali (2 emas, 2 perak, dan 1 perunggu).

DKI Jakarta keluar menempati posisi teratas tabel medali terakhir pada cabang olahraga shorinji kempo dengan raihan 11 medali (7 emas, 2 perak, 2 perunggu).

Jabar menyusul di posisi kedua dengan lima medali (3 emas dan 2 perak), disusul Maluku di peringkat ketiga dengan empat medali (3 emas dan 1 perunggu).

PON Bela Diri Kudus 2025 merupakan kolaborasi bersama KONI, Bakti Olahraga Djarum Foundation, Kementerian Pemuda dan Olahraga, serta Pemerintah Kabupaten Kudus.

Serta didukung penuh oleh Blibli, Caffino, 5 Days Croissant, Hydroplus, Kopi Tubruk Gadjah, Polytron, tiket.com, MIND ID, VIT air mineral, dan media partner Kumparan.com.

Seluruh pertandingan di PON Bela Diri Kudus 2025 akan disiarkan melalui giant screen di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, serta live streaming di akun YouTube PONBelaDiri dan siaran langsung di TVRI. ***