Ia berharap, semoga turnamen bulu tangkis level nasional ini dapat menjadi kawah candradimuka yang kelak melahirkan pebulutangkis hebat yang akan mengharumkan Indonesia di panggung dunia.
“Kepada para juara, kami berharap kemenangan ini dapat menjadi pelecut semangat dan fondasi agar lebih berprestasi di ajang yang lebih tinggi lagi. Kepada yang belum berhasil menjadi juara, jangan patah semangat, jadikan turnamen ini motivasi untuk membuktikan diri di kompetisi-kompetisi selanjutnya,” terang Hanny.
“Karena, baik menang atau kalah, esensi utama Polytron Gubernur Cup 2023 adalah menjadi wadah bagi para atlet mengasah diri agar kelak bersama-sama mengharumkan nama bangsa,” lanjutnya.
Diketahui, partai final Polytron Gubernur Cup 2023 yang didukung penuh oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation ini mempertandingkan 23 kategori dari enam kelompok usia, yakni Usia Dini U-11, Anak U-13, Pemula U-15, Remaja U-17, Taruna U-19, dan Dewasa.
Salah satu gelar juara disumbangkan oleh Gavriel Aldrich Alharon Labatar yang baru saja bergabung dengan PB Djarum pada Juli lalu melalui ajang Audisi Umum PB Djarum 2023.
Pemain yang akrab disapa Gava itu memastikan diri menjejakkan kaki di podium tertinggi di sektor Usia Dini Putra U-11 usai mengalahkan pemain asal PB Champion Naufal Rasyid Adz Dzaki tiga gim 21-14, 13-21, 21-13.
Gava mengaku, pertandingan melawan Naufal sangat melelahkan. Bahkan ia sempat kurang fokus di gim kedua sehingga harus melanjutkan laga penentuan melalui gim ketiga.
“Di gim ketiga pelatih saya memberi semangat dan meminta saya untuk bermain lebih tenang dan akhirnya bisa memastikan kemenangan. Saya bersyukur bisa memberikan gelar juara kepada klub saya,” kata Gava. Gelar juara yang diraih Gava ini pun menjadi gelar juara perdana Gava usai berseragam PB Djarum.***
