Lebih lanjut, menurut keterangan Ilham, Persiku yang berbadan hukum ini sudah legal sejak seminggu yang lalu.
“Persiku yang berubah menjadi PT ini sudah legal sekitar seminggu yang lalu,” katanya.
Sebagai klub yang sudah tidak mendapat suntikan anggaran dari pemerintah daerah, untuk keberlanjutan tim selama berlaga di liga 2, PT Relasi Sport Muria Indonesia akan menjual sahamnya.
Saat ini, sekitar 65 persen sahamnya telah terjual kepada sejumlah pihak. Sisanya 35 persen saham akan dijual kepada masyarakat umum pecinta bola Kudus, baik itu pada supporter maupun lainnya dengan harga Rp 100 ribu perlembar.***
