“Benar, Persiku mendapat sanksi berupa denda Rp250 juta dan larangan penonton untuk satu laga kandang. Surat dari Komdis PSSI sudah kami terima,” ujar Fuad, Jumat, 6 Februari 2026.
Fuad menilai hukuman ini menjadi pelajaran penting bagi seluruh elemen klub, khususnya para pendukung setia Persiku.
“Setiap rupiah denda yang dibayarkan adalah kerugian besar bagi klub. Bukan hanya soal finansial, tapi juga menyangkut citra Persiku dan suporternya di mata publik,” tegasnya.
Terkait langkah banding, Fuad menyebut pihaknya masih melakukan kajian internal sebelum mengambil keputusan.
“Kami masih mempertimbangkan opsi banding dan akan menempuh jalur resmi sesuai aturan yang berlaku,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh suporter Persiku untuk menjadikan peristiwa ini sebagai momentum introspeksi.
“Dukungan boleh keras, tapi harus bermartabat. Kalau benar mencintai Persiku, mari jaga ucapan dan sikap di stadion. Stop rasisme, karena yang dirugikan bukan hanya klub, tapi juga nilai-nilai kemanusiaan,” pungkas Fuad.***
