Pihaknya pun memperkirakan, konsumsi gas melon di Bulan Ramadan tahun ini juga akan mengalami peningkatan dibanding bulan-bulan biasanya. Oleh sebab itu, diantisipasi dengan pengajuan penambahan fakultatif alokasi gas melon.
“Kita ajukan untuk tahun ini 5 persen dari kebutuhan gas melon per bulan,” tandasnya.
Lebih lanjut, Minan menyampaikan bahwa sebelumnya, Disdag Kudus juga telah mengajukan penambahan fakultatif alokasi gas melon untuk bencana banjir yang melanda Kabupaten Demak. Terlebih, ada sejumlah warga terdampak yang mengungsi di Kabupaten Kudus.
“Untuk penambahan fakultatif bencana itu 1 LO untuk agen di empat kecamatan, di Kecamatan Kaliwungu, Undaan, Jati, dan Kudus Kota,” tambahnya.
Minan menyebut, tahun 2024 ini, Disdag Kudus mendapatkan alokasi gas elpiji subsidi 3 kg sebanyak 30.439 metrik ton. Jumlah tersebut merupakan alokasi murni, di luar adanya penambahan fakultatif yang telah dua kali diajukan hingga Februari 2024 ini. ***
