Pihaknya berharap, dengan keikutsertaan pelajar SMP Muhammadiyah Kudus dalam Funcod, diharapkan kemenangan didapatkan. Dengan kemenangan itu diharapkan bisa menarik minat siswa-siswi SD/MI Kudus untuk bersekolah di SMP Muhammadiyah 1 Kudus.
“Saya juga ingin mengubah mindset orang tua bahwa anak megang hp itu tidak bermanfaat. Sebab nyatanya sangat bermanfaat. Mereka bukan hanya bermain game saja, tapi juga bisa membuat game sendiri,” jelasnya.
Sementara itu, Guru TIK yang sekaligus pembimbing kelas coding SMP Muhammadiyah 1 Kudus, Dwi Susilo mengaku, sudah ada beberapa pelajar yang siap mengikuti lomba. Bahwa menurutnya, dalam penjurian nantinya, ada tiga komponen yang perlu ditunjukkan oleh para siswa siswi. Yakini tentang kreativitasnya, idenya, hingga gagasannya.
“Beberapa (pelajar) sudah muncul idenya. Sudah bisa menuangkan idenya dalam coding. Logikanya sudah jalan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Dwi mengungkapkan bahwa dalam coding, hal utama yang perlu dikuasai calon programmer itu memiliki algoritma berpikir yang cerdas dan runtut. Diikuti dengan ilmu matematika yang tak kalah mumpuni.
Di sisi lain, Aria Sheva Dhanandra (15) meras senang bisa belajar coding. Sudah menyukai dunia coding sejak kelas 7 SMP, ia terus mengembangkan kemampuannya.
Terbaru, siswa kelas IX tersebut membuat game dengan tema mirip Flappy Bird. Ada objek yang melayang dan bisa naik turun sesuai keinginan orang yang bermain game.
“Persiapan untuk lomba sudah mulai lihat tutorial di YouTube buat game. Kalau untuk kesulitan membuat game, cukup sulit,” katanya.
Kendati demikian, ia terus berusaha menciptakan game buatannya. Untuk di masa depan mampu meraih cita-citanya sebagai Developer Game. ***
