Abud SB Runcing, ketua Lesbumi Kudus menyampaikan tema Ligusty Poeziya kalo ini adalah membaca alam. Menurutnya memperingati hari lingkungan hidup sedunia itu sangat penting.
Karena momen ini menjadi pengingat generasi muda untuk meningkatkan kecintaanya kepada lingkungan hidup, hutan dan kehidupan liar, serta mengajak mereka secara bersama-sama untuk berkontribusi dalam mengurangi polusi plastik.
“Seperti yang kita ketahui, Kudus merupakan salah satu Kabupaten yang mendapatkan gelar Adipura. Namun saat ini, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kabupaten Kudus mencatat, jumlah sampah yang dibuang ke TPA mencapai 120 ton per hari. Jumlah ini baru 60 persen dari total sampah yang ada di Kabupaten kudus. Angka ini cukup besar untuk kota Adipura,” kata Abud.
Ia menambahkan melalui Ligusty Poeziya ini, Lesbumi akan mengajak masyarakat untuk mengekspresikan kegelisahan dan gagasannya terhadap pelestarian lingkungan.
“Tentunya kami berharap, melalui kegiatan ini kami bisa kembali menumbuhkan perhatian dan kepedulian masyarakat, terutama generasi muda terhadap pelestarian lingkungan. Syukur-syukur setelah kegiatan ini, produksi sampah di Kudus bisa ditekan dan terus berkurang,” imbuh Abud.
Kegiatan ini dimulai pada pukul 15.00 – 17.00 WIB. Tak hanya disaksikan secara langsung, kegiatan ini juga bisa disaksikan di kanal sosial media Youtube, Instagram, Facebook dan Tiktok Lesbumi. ***
