
Sejak dibangun sekitar tahun 1990 awal, dikatakan Arief, rehabilitasi jembatan Kencing baru dilakukan pada tahun 2023 ini. Kerusakan yang ada saat ini pun disebabkan karena faktor usia tersebut. Seperti memuainya expansion joint dan elastomer pada jembatan tersebut.
Ditambah warga yang memanfaatkan kolong jembatan sebagai kandang ternak, hal itu sangat disayangkan Dinas PUPR Kudus. Alasannya, ketika malam hari saat ada perapian yang digunakan untuk mengusir serangga di kandang, dikatakan Arief bisa mempengaruhi pemuaian konstruksi bawah jembatan.
“Ini sangat beresiko karena dikhawatirkan terjadi kebakaran dan merusak konstruksi jembatan,” kata Arief.
Untuk itu, pihaknya berkoordinasi dengan pihak kecamatan, Satpol-PP, hingga desa untuk memberikan himbauan atau larangan kepada peternak yang menjadikan kolong jembatan sebagai kandang.***
