Penuh Makna, Bubur Asyura Khas Kudus Dibuat dengan 9 Bahan Pokok Makanan dan 9 Taburan

Bubur asyura yang dibagikan ke masyarakat komplek Masjid Menara Kudus. (MIA)
Proses pembuatan bubur asyura di Kabupaten Kudus. (MIA)

Muflichah menerangkan bahwa bubur asyura ini memiliki makna sebagai wujud syukur kepada Allah SWT. Sekaligus mengenang kisah Nabi Nuh yang selamat dari bencana banjir kala itu.

Dia juga menyebut bahwa bubur asyura semestinya dibagikan pada tanggal 10 Muharam. Tapi, karena di Kudus dibarengkan dengan serangkaian acara Buka Luwur Sunan Kudus, maka dibagikan pada 9 Muharam.

“Karena tanggal 10 Muharam kan puncaknya biasanya pembagian nasi jangkrik, jadi bubur asyura dibagikan tanggal 9 Muharam,” ungkapnya.

Bacaan Lainnya

Lebih lanjut, Muflichah menyampaikan bahwa tahun ini, ada sekira 1.100 bubur asyura yang dibagikan kepada masyarakat sekitar. Di antaranya di Desa Kauman, Kecamatan Kota, Kudus, dan desa tetangga seperti Desa Damaran, Desa Kerjasan, Desa Langgardalem, Desa Janggalan dan sekitarnya. ***