Berdasarkan data tim peneliti, di kawasan Patiayam diperkirakan menyimpan hingga 10 ribu segmen fosil. Tidak hanya Elephas dan Stegodon, tetapi juga beragam spesies lain yang hidup di masa lampau.
“Namun, untuk menjadikan kawasan ini sebagai situs nasional, persoalan administrasi masih menjadi pekerjaan rumah bersama, karena lokasinya berada di dua kabupaten, yakni Kudus dan Pati,” tambah Lestari.

Menurut Lestari, saat ini pihaknya bersama pemerintah daerah kedua kabupaten tengah berkoordinasi guna memenuhi persyaratan administratif yang dibutuhkan untuk pengusulan status situs nasional.
“Kami siap mendampingi, bahkan minggu depan tim CPAS akan melakukan komunikasi langsung dengan pemerintah daerah,” tegasnya.
Sementara itu, Prof. Truman Simanjuntak, peneliti senior CPAS Indonesia mengungkapkan bahwa berdasarkan analisis stratigrafi sementara, usia fosil Elephas yang ditemukan di Patiayam diperkirakan antara 400 ribu hingga 500 ribu tahun.
“Untuk penanggalan yang lebih akurat, masih perlu dilakukan analisis lanjutan, seperti dengan metode Argon-Argon,” katanya.
Sampai saat ini, arkeolog dari CPAS Indonesia masih melakukan analisis lanjutan di lokasi penemuan fosil Elepshas di kawasan Patiayam Kudus.***
