Kondisi jalan yang berlubang pun berdampak pada kenyamanan pedagang dan pembeli. Terlebih, saat musim hujan seperti sekarang ini, jalan berlubang tersebut menjadi tergenang air hujan yang membuat pasar terlihat tidak rapi.
“Ujungnya untuk kenyamanan pedagang, untuk menjalankan aktivitas di pasar dan juga agar pembeli merasa nyaman saat belanja ke Pasar Jember,” tandasnya.
Lebih lanjut, Hasan menyampaikan pada tahun ini, Pasar Jember mendapatkan sentuhan untuk perbaikan atap dan talang dari Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun 2024 sekitar Rp 800 juta.
Perbaikan tersebut saat ini sudah masuk dalam tahap finishing dan diharapkan pekan ini sudah rampung 100 persen. Sehingga, perbaikan jalan area pasar dapat dimulai dan ditargetkan rampung akhir Desember 2024.
“Harapannya selesai sesuai target, karena ini akan membantu fasilitas dan kenyamanan pedagang atau pembeli di Pasar Jember,” tukasnya. ***
