Lebih lanjut, Hasan Chabibie mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur di sebuah daerah memerlukan kerja keras yang luar biasa. Utamanya berkaitan dengan arus lalu linta hingga menyebabkan kemacetan.
Kerena itu, Pj Bupati mengajak semua masyarakat Kudus yang ada di sekitar Jembatan Karangsambung atau mereka yang biasa lewat jembatan tersebut, untuk lebih bersabar atas dampak pengalihan arus selama pembangunan berlangsung.
“Tahan sebentar ada pengalihan arus, tapi manfaat dari jembatan itu bisa dirasakan puluhan bahkan ratusan tahun ke depan,” pintanya.
Di samping itu, Kasatker Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN), Yanuar menyampaikan, panjang Jembatan Karangsambung akan disesuaikan dengan sebelumnya, yakni sepanjang 80 meter.
Di mana nanti akan dibagi dalam 2 segmen, 50 meter dan 30 meter menyesuaikan kontur tanah di bawah.
“Pondasi jembatan yang lama tidak dipertahankan. Lalu untuk lebar jembatan akan menjadi 7,5 meter ditambah trotoar di kanan-kiri jembatan sepanjang 1 meter, sehingga total lebar jembatan 9,5 meter,” jelas Yanuar.
Didampingi Wisnu Herlambang selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BPJN Jateng-DIY, selama proyek berlangsung, akan ada rambu-rambu yang terpasang di sekitar lokasi agar masyarakat berhati-hati.
Ketika jembatan sudah selesai dikerjakan, kendaraan bertonase besar dipastikan bisa melewati jembatan tersebut.
“Kekuatan jembatan ini setara dengan jembatan yang ada di pantura yang menghubungkan Kudus dan Demak, pembebanan BM 100 bisa lewat,” tegas Wisnu.
Rencananya, pembongkaran Jembatan Karangsambung akan dimulai pada Rabu, 11 Desember 2024. Di sisa waktu tahun 2024, akan difokuskan untuk pembongkaran dan pembangunan jembatan mulai dari sisi barat.***
