Rochim mengungkapkan, kolam retensi yang dibangun di wilayah Kabupaten Kudus rencananya akan dilengkapi dengan pompa yang mampu menyedot air 4 ribu liter perdetik untuk kemudian dialirkan ke Sungai Wulan.
Pihaknya mengatakan, proyek pembangunan kolam retensi ini pun sudah dimulai sejak tahun 2022 lalu.
“Proyek sudah dilaksanakan lelang pada 2022, lalu 2023 sudah kontrak, 2024 sudah mulai pekerjaan fisik. Informasinya, pembangunan membutuhkan waktu sekitar satu tahun, harapannya tahun 2025 kolam retensi bisa beroperasi,” ujar Rochim.
Lebih lanjut, Ketua Komisi C DPRD Kudus mengungkapkan, selain pembangunan kolam retensi, Kementerian PUPR juga rencananya akan melakukan normalisasi sungai Wulan hingga JU 1 dan JU 2. Total anggaran yang dikeluarkan Kementerian PUPR untuk sejumlah kegiatan itu pun ditaksir mencapai Rp 1,4 triliun.
Untuk saat ini, Pemkab Kudus dikatakan Rochim akan terus mendukung program-program yang telah direncanakan Kementerian PUPR. Pemkab Kudus siap memberikan fasilitas dalam kemudahan perizinan dan menjaga kondisifitas wilayah selama program-program tersebut berlangsung.**
