Karena minim taktik tersebut, ungkap Andi, permainan Persiku sangat monoton. Bahkan, permainan tim racikan Sudirman mudah dibaca oleh tim lawan.
“Permainan Persiku di bawah kepelatihan Sudirman itu serangannya bertumpu pada sayap. Tapi ketika kedua pemain sayap dimatikan lawan, Sudirman seolah tak ada solusi taktik lain,” menurut Andi.
Sebab itu, Andi melanjutkan, Persiku susah meraih kemenangan meski main di kandang beberapa waktu lalu.
“Hasil dua kali imbang dan satu kali kalah tentu hasil yang buruk bagi tim yang sebelumnya gembar-gembor target lolos ke Liga 1. Oleh karena itu saya minta pelatih Sudirman agar out dari Persiku,” tegasnya.
Disinggung bahwa terkait kekalahan Persiku dari Adyaksa Farmel FC karena kepimpinan wasit yang tidak adil, Andi tak menyangkal hal tersebut. Dia melihat sendiri laga tersebut, dan memang wasit berat sebelah sehingga merugikan Persiku.
“Namun kita tidak bisa mengkambinghitamkan wasit terus. Evaluasi harus secara menyeluruh di laga yang sudah dilakoni,” terangnya.***
