Terkait dengan wilayah Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus yang belum terangkul PAN Kudus, juga akan menjadi tugas dari BM Penegak Amanat Nasional dan Puan. Wilayah tersebut akan menjadi prioritas agar kader PAN dari Kecamatan Dawe bisa muncul keberadaannya.
“Saya samlaikan untuk dawe, saya sebagai Ketua DPD PAN Kudus juga ikut turun langsung, pendekatan kita lakukan. Ini juga tugas dari BM Penegak Amanat Nasional maupun Puan untuk juga lebih ke sana dalam rangka menjadi prioritas, karena yang lainnya sudah luar biasa, jadi kita konsentrasi untuk yang belum ada,” terangnya.
Sementara itu, Ketua DPD BM Penegak Amanat Nasional Kabupaten Kudus, Agus Prastyo berharap formasi baru ini bisa memberikan kontribusi terkait nilai atau suara di Kudus.
Pihaknya berkomitmen untuk turut berkiprah dalam kemajuan PAN dan membuat gerakan inovasi terkait tujuan DPD PAN Kudus yakni menjadi satu fraksi.
“Lalu kita juga akan berusaha memberikan sumbangan terkait jumlah kursi paling tidak minimal meraih 4 kursi. Tentunya, kita akan mencapai itu dengan mengerahkan anak muda di Kudus,” paparnya.
Strategi khusus atau program yang akan digerakkan oleh BM Penegak Amanat Nasional, lanjut Agus, yakni fokus melakukan terobosan di media digital elektronik maupun cetak. Ini dilakukan mengingat bahwa saat masyarakat hidup di tengah-tengah era 4.0 yang menuntut untuk melek teknologi.
“Total anggota kepengurusan ada 25 orang. Prioritas kami saat ini juga terkait pembentukan cabang dan ranting. Kita buat secepatnya, tujuannya adalah untuk menjarin kader muda,” ujarnya.
Untuk diketahui, selain pelantikan Pengurus DPD BM Penegak Amanat Nasional dan Puan PAN Kabupaten Kudus, kegiatan kali ini juga digelar dengan agenda Pendidikan Politik Kader Partai Amanat Nasional dan Musyawarah Daerah (Musda). ***
