“Dengan melakukan penanaman kelompok atau massal ini, tidak hanya lingkungan yang sehat, tapi dari segi ekonomi juga menghasilkan. Karena yang kami tanam adalah pohon buah,” terang Rektr UMKU.

Sementara itu, Kepala Seksi Rehabilitasi Hutan dan Lahan BPDAS Jratun, Zainul Fakhri mengungkapkan, kegiatan yang bekerja sama dengan PD Muhammadiyah Kudus merupakan rangkain akhir memperingati Hari menanam Pohon Indonesia dan Gerakan Pemulihan Daerah Aliran Sungai tahun 2024.
Di mana Pemulihan Daerah Aliran Sungai dijelaskan Zainul, merupakan gerakan mengembalikan daerah aliran sungai ke fungsi awalnya karena telah mengalami penurunan fungsi ditandai dengan terjadinya longsor dan banjir di musim penghujan dan kekeringan di musim kemarau.
“Kami menyebutnya pemulihan daerah aliran sungai berkemajuan. Kami kerja sama dengan PD Muhammadiyah di Kudus demi kemajuan lingkungan hidup,” terangnya.
“Dalam kegiatan ini, kami memberikan bibit buah mangga, durian, petai, alpukat, dan ada pula pohon pucuk merah serta tabebuya,” lanjut Zainul.
Disinggung menganai alasan menanam bibit buah, Zainul mengatakan, selain menghasilkan oksigen, pohon buah juga memilki nilai ekonomisnya.
Hal itu ditunjukkan oleh salah satu daerah binaan BPDAS Pemali Jratun Seluna yang sukses mengekspor petai usai mendapat bantuan pohon.
“Semoga bisa disusul cerita kesuksesan penanaman pohon oleh PD Muhammdiyah Kudus hari ini,” tutupnya.***
