Dengan adanya koleksi yang lebih kaya dan variatif, pengunjung museum dapat merasakan perjalanan sejarah dan memahami lebih dalam tentang peran kretek dalam kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Indonesia.
Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Mutrikah. Ia menjelaskan bahwa acara yang digelar selama tiga hari ini merupakan kegiatan yang diadakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus, dalam rangka mengenalkan kembali Museum Kretek kepada masyarakat dengan kekayaan koleksi sejarah kretek di Indonesia.
“Keikutsertaan keluarga kretek untuk memamerkan koleksi bersejarahnya. Ini pameran yang bisa memberikan edukasi kepada masyarakat Kudus secara runut. Dari yang tidak tahu menjadi tahu apa saja orang-orang zaman dulu memasarkan produk rokoknya, hingga kini menjadi besar seperti saat ini,” ungkap Mutrikah.
Ia mengatakan, selain itu acara dimeriahkan dengan panggung seni yang akan diisi berbagai pentas seni. Pentas kesenian itu melibatkan berbagai unsur seperti pegiat seni dan siswa sekolah.
“Pentas yang disuguhkan beragam. Mulai dari tari-tarian, teater, hingga musik. Selain itu kami menggandeng dari UMKM dan pelaku ekonomi kreatif. Mereka membawa produk terbaiknya untuk dipamerkan di sekitar lokasi. Tentu kami berharap pameran ini bisa membangkitkan semangat bagi generasi muda untuk ikut serta melestarikan budaya lokal,” tutup Mutrikah. ***
