Pak Ponjen, Tradisi Pernikahan Si Bungsu yang Tak Lekang Waktu

Prosesi pelaksanaan pok ponjen di Desa Brantak Sekarjati kecamatan Welahan, Jepara, Senin (15/5). (ZONANEWS)

“Ketika pak ponjen saling berpegangan dari kakak sampai adik, itu menandakan antara saudara harus rukun, akrab dan saling menjaga,” katanya pada Senin (15/5).

Setiap daerah, kata dia, mempunyai tradisi atau cara untuk menjalankan adat pernikahan. Termasuk di Jepara yang masih menjalankan prosesi pak ponjen ketika anak bungsu menikah.

“Di Jepara memang tradisi pak ponjen sudah turun temurun dan masih dilangsungkan sampai sekarang, tak lekang oleh waktu,” ungkapnya.

Bacaan Lainnya

Dirinya menambahkan, tradisi ini juga menjadi gerbang awal bagi setiap pasangan suami istri yang akan menghadapi kehidupan setelah resmi menikah. Masyarakat yang menjalankan tradisi ini, sebagai bentuk ngapap berkah dan sarana hiburan dalam pernikahan.

“Namanya juga adat tradisi, ya sepatunya kita jalankan. Intinya ngalap berkah dari orang tua, mempelai sudah siap menjalani kehidupan berkeluarga,” terangnya.

Sementara itu, Muhammad Saifin Nuha sebagai mempelai pria, mengaku kurang paham terkait filosofi atau makna dari tradisi pak ponjen ini. Ia hanya mengikuti arahan dari keluarganya dan sukarela menjalankan prosesi pak ponjen dalam pernikahannya.

“Kurang begitu paham, dari dulu ketika ada saudara anak terakhir yang menikah, memang ada pak ponjen, jadi saya manut saja,” kata Nuha. ***