Krisbiantoro berharap, Nurdiono maupun Budi Setiawan sama-sama bisa meraih medali emas pada PON Bela Diri tahun 2025 yang berlangsung di Kudus ini.
Di sisi lain, Ketua KONI Kabupaten Kudus, Sulistyanto mengungkapkan bahwa ada 4 cabpr yang diikuti atlet asal Kabupaten Kudus. Terdiri atas cabor Sambo, Gulat, Tarung Drajat, dan Judo.
Sulis berharap, gelaran PON Bela Diri perdana di Kudus ini bisa menjadi ajang pembibitan atlet muda untuk menuju prestasi yang lebih tinggi di tingkat dunia.
Selain itu, gelaran PON ini juga diharapkan mampu mencetak atlet yang siap bertanding di kejuaraan internasional berikutnya, seperti Sea Games, Asean Games hingga Olympic.
“Selama ini Djarum sudah eksis di pembibitan atlet bulu tangkis, sepak bola putri, atletik hingga panahan. PON Bela Diri ini juga jadi kesempatan untuk pengembangan atlet olahraga bela diri di daerah, khususnya Kudus,” ungkapnya.
Biasanya, kata Sulis, ajang PON menyelenggarakan kejuaraan olahraga dari berbagai cabang olahraga secara bersamaan. Sehingga, event ini merupakan PON Bela Diri perdana di Indonesia dan di Kudus.
Dia berharap, terpilihnya Kudus sebagai tuan rumah PON Bela Diri ini dapat meningkatkan gairah para atlet daerah untuk berkompetisi dan memacu prestasi yang lebih tinggi. Khususnya bagi atlet asal Kota Kretek.
“Semoga PON Bela Diri bisa sukses dan digelar dua tahunan sekali. Sehingga para atlet daerah semakin bergairah, khususnya atlet Kudus,” tandasnya.***
