Sampai di Jembatan Poceho, tiba-tiba di berhentikan orang tak dikenal dan di keroyok oleh sekelompok pemuda tersebut.
“Kelompok pemuda itu sama yang sebelumnya mengeroyok warga di pintu masuk Desa Kesambi. Akibat dikeroyok itu, korban alami luka pada bagian kepala, mukanya benjol-benjol dan bagian kening baret-baret,” jelasnya.
Atas kejadian itu, Masri pun mengimbau kepada warganya yang memiliki anak remaja, agar menasehatinya untuk tidak keluyuran tengah malam.
Apalagi nongkrong di pinggir jalan karena berpotensi terjadinya persoalan. Imbauan ini terus diberikan tidak hanya selama puasa.
Terpisah, Camat Mejobo Moh Zaenuri pun membenarkan adanya keributan antar-pemuda di sekitar Pasar Brayung Mejobo, Selasa dini hari kemarin. Korban hanya mengalami luka dan sudah mendapat perawatan medis.
“Ya, tadi malam diobati,” ungkap Zaenuri.
Atas peristiwa dini hari tadi, Kapolsek Mejobo AKP Rusmanto mengimbau kepada warga Kecamatan Mejobo, khususnya yang memiliki anak usia remaja agar tidak mengizinkan anaknya keluar saat malam hari.
Dikhawatirkan menjadi korban pengeroyokan sekelompok pemuda.
“Kami imbau kepada masyarakat agar yang memiliki anak remaja tidak mengizinkan anaknya keluar rumah dini hari atau nongkrong di pinggir jalan,” tegasnya.***
