Musik Eksperimental Tridhatu Tutup Pameran Bertiga “KEMARUK” di Joglo Sawah Kudus

Penampilan band musik asal Semarang, Tridhatu menjadi pamungkas acara gelaran Pameran Bertiga “Kemaruk” yang diselenggarakan tiga seniman senior asal Kabupaten Pati (Foto: Syim)

Orang-orang seringnya bilang genre eksperimental, karena kalau musik lebih ke kontruksi alat musik dan bentuk nada, sedangkan kami lebih representasi ke alat bunyi, semua yang berbunyi,” jelas Aris.

keduanya menggunakan alat musik yang unik. Seperti Aris yang memanfaatkan berbagai alat musik tiup seperti, didjeridu, karinding, suling, shakuhaci, singing bowl, klintingan serunai, dan slompret. Sedangkan Andi Sueb, menggunakan alat musik layur, berbentuk semacam gitar yang dimodifikasi dan menghasilkan banyak bunyi khas.  Mereka memadukannya pula dengan beragam benda, seperti kursi, suling, terompet, lonceng dan benda apa saja yang bisa dibunyikan.

“Eksperimen dari alat-alat yang berbunyi, karya seni rupa yang berbunyi,” imbuhnya.

Bacaan Lainnya

Sementara rekannya, Andi Sueb mengungkapkan bahwa penampilan malam tadi merupakan ekspresi dari karya-karya pameran yang telah disuguhkan. Mereka merepresentasikannya dengan suara dan bunyi-bunyi di atas panggung.

“Kalau makna tiga komposisi tadi, lebih ke bagaimana representasi dari lukisan-lukisan, pameran yang ada di sini. Jadi kami melihat dan menyampaikan ulang lewat bunyi-bunyian,” ujar Andi.